oleh

Malam Syukur HUT UNDHARI Hadirkan Kehangatan bersama Bupati Annisa

DHARMASRAYA | Auditorium Dara Jingga kembali menjadi pusat perhatian ketika ratusan tamu undangan memadati ruang utama Kampus Universitas Dharmas Indonesia pada malam resepsi syukuran HUT UNDHARI ke delapan belas. Suasana meriah telah terasa sejak awal acara, ditandai cahaya panggung yang lembut dan sapaan hangat dari para panitia penyelenggara.

Malam itu bukan hanya merayakan ulang tahun kampus, tetapi juga peringatan dua puluh tahun Yayasan Amanah Ampang Kuranji. Selain itu, momentum tersebut turut menjadi hari istimewa bagi Dr Hj Elviana MSi selaku pendiri sekaligus pembina yayasan, yang merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan acara resmi kampus.Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan disambut oleh civitas akademika, tokoh masyarakat, para dosen, serta para mahasiswa. Kehadiran Bupati membuat suasana semakin semarak, memberikan pesan kuat tentang dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan lokal.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan kebanggaan terhadap perjalanan UNDHARI sebagai lembaga pendidikan yang kian berkembang. Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia adalah fondasi utama bagi kemajuan daerah dan tidak dapat disandingkan dengan sekadar pembangunan fisik.Bupati menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen yang membentuk karakter generasi muda, membangun moral, serta menyediakan arah yang jelas bagi pembangunan masa depan Dharmasraya. Menurutnya, UNDHARI telah menjadi salah satu poros utama penggerak kualitas sumber daya manusia di wilayah itu.

Sambutan penuh semangat itu disambut tepuk tangan meriah para hadirin yang tampak antusias mendengar pesan yang disampaikan dengan lugas dan penuh optimisme. Aura kebersamaan pada malam itu semakin kuat saat Bupati menyampaikan pantun penutup yang mengundang senyum seluruh tamu.Suasana acara kemudian semakin hidup ketika penyanyi Minang yang tengah populer, Diva Aurel dan Andri Dharma, tampil membawakan sejumlah lagu daerah. Alunan musik Minang yang kental membuat para tamu larut dalam suasana, beberapa di antaranya terlihat bergoyang ringan mengikuti irama.

Kehadiran kedua penyanyi itu memberikan sentuhan hiburan yang memperkaya rangkaian acara, membuat malam terasa hangat dan penuh suka cita. Mahasiswa, dosen, dan tamu undangan tampak menikmati setiap bagian acara tanpa terkecuali.

Beberapa mahasiswa terlihat aktif mengabadikan momen lewat kamera ponsel, menggambarkan bagaimana generasi muda pun turut merayakan perjalanan panjang kampus yang menjadi bagian dari perkembangan mereka. Dokumentasi spontan tersebut menunjukkan antusiasme yang melampaui formalitas acara.

Selain itu, sejumlah dosen terlihat berbincang santai dengan para tamu, menghadirkan suasana kekeluargaan yang mencerminkan identitas kampus yang menjunjung hubungan harmonis di lingkungan akademik. Momen ini memperlihatkan kedekatan antar unsur kampus dan masyarakat.

Usai acara utama, Bupati kembali memberikan pernyataan singkat kepada para awak media. Ia menyebut bahwa UNDHARI bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi simbol semangat Dharmasraya untuk maju melalui proses belajar yang bermutu dan inklusif.

Menurut Bupati, keberadaan kampus ini telah membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus pergi jauh. Hal itu juga mendukung visi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing.

Rangkaian acara berlangsung hingga malam, namun atmosfir hangat tidak pernah pudar. Para undangan meninggalkan auditorium dengan senyum puas dan rasa bangga atas perjalanan UNDHARI yang terus berkembang.

Malam itu menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun. Ia menjadi momentum refleksi bersama untuk melihat sejauh mana perjuangan pendidikan telah menempatkan Dharmasraya sebagai daerah yang semakin percaya diri memasuki masa depan.

ADV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *