PANGKEP SULSEL | Kritik maupun kecaman muncul terkait penggunaan anggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha, Abdul Rauf, Sekretaris Dewan Pimpinan Kabupaten Lantera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara (LIPAN) Pangkajene Dan Kepulauan (Pangkep), meminta jangan ada gaya ‘Maling Teriak Maling’ dalam urusan proyek.
“Jangan selalu mengatasnamakan rakyat, hingga teriak ada maling disana- sini, padahal malingnya teriak maling,” ungkap Abdul Rauf.
Lanjut Rauf, oknum yang selalu menjual lembaga sosial kontrol demi memenuhi hasratnya, munurutnya adalah oknum yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan kepentingan orang banyak.
“Jadi sebenarnya keinginan rakyat itu yang mana? Atau ini keinginan pribadi dengan mengatasnamakan rakyat? Menjual LSM untuk kepentingan diri, dan bersembunyi dibalik fakta, itu sama saja munafikun,” jelasnya.
Banyak di era sekarang ingin menjadi pahlawan dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat, padahal menurut Rauf, dia sendiri pelakunya dengan cara bersembunyi dengan topeng pejuang rakyat.
“Hati-hati ki selalu menjual demi kepentingan rakyat. Padahal, anda juga maling itu,” tegasnya.
Rauf berharap, agar oknum yang selalu menjual LSM demi kepentingannya untuk berhenti memakai cara-cara seperti itu.
“Yang korban dari perbuatan itu, keluarga, masyarakat, dan Pemerintah. Kalau sudah tidak dipercaya untuk memegang proyek lagi, kenapa ngotot dengan cara Maling teriak Maling?,” katanya.
Selain yang mendadak seolah-olah prorakyat, dan menyalahkan kontraktor lainnya, menurut Rauf, argumentasinya lemah dan tidak cerdas lalu kontraktor lainnya disalahkan.
“Ini ibarat orang yang tidak pandai menari, lalu lantai yang disalahkan. Inilah yang terjadi. Rakyat silakan menilai, jika mereka bisa khianati diri mereka sendiri, tentu untuk mengkhianati rakyat sangat mudah,” tutupnya.