Tanjung Enim, (28-06-2020) | Pahit getir yang dialami para korban banjir bandang di wilayah kecamatan Lawang Kidul khususnya masih terlihat semenjak tragedi tanggal 26 juni yang lalu,beberapa warga korban banjir yang sebelum musibah banjir ini menjalankan usaha rumahan maupun pabrik rumahan.sambil membersikan sisa-sisa lumpur Dirumahnya mereka mengatakan”kami harus kuat dan berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dan memulai semuanya dari nol kembali”.
Sementara Camat Lawang Kidul Andrille Martin,SE. Ditemui Di Posko Utama dan dapur umum Bencana Banjir Mengatakan “Warga yang terdampak Di kecamatan Lawang kidul kurang lebih sekitar 1000 KK, termasuk yang belum terdata, karena belum masuk datanya,sedangkan jumlah jiwa yang terdampak sudah hampir 7000-an jiwa,ini berdasarkan catatan dilapangan seperti bantuan nasi kotak dan sebagainya.
Ditambahkan Andrille “harapan saya untuk masyarakat agar tetap sabar dan tawakal dan bekerjasama bergandengan dan jaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,tetap kompak,tetap update,selalu berkoordinasi dengan RT,RW setempat. termasuk berkoordinasi dengan pak lurah terkait”harapnya.
Terpantau di lapangan,bahwa bantuan bahan pangan,kasur dan selimut terus berdatangan seperti dari CSR.PTBA,Baznas Kab.Muara Enim,kontraktor dan lain-lain yang ada di wilayah Kecamatan Lawang Kidul.
Salah seorang warga korban banjir mengatakan”dengan adanya musibah banjir ini,kami sangat mengharapkan perhatian dan tindakan dari pemerintah dan pihak terkait agar bisa meminimalisir resiko bencana banjir ini,supaya kami memulai lagi semuanya dengan tenang’harapnya.
Laporan: (Reno)







Komentar