Dharmasraya,Shootlinecorp.com- Berkat tangan dingin seorang pemimpin yang baru menjabat dalam bidang pemerintahan, kini perselisihan antara Ninik Mamak di kenagarian Simalidu, Kecamatan Koto Salak, akhirnya luluh ditangan nya.
Hal ini, ditandai dengan penyembelihan satu ekor kerbau sebagai wujud syukur membangun nagari bersama untuk kedepannya. Penyembelihan tersebut di laksanakan di Lapangan Bola Kampung Baru, Nagari Simalidu, Sabtu (20/06/25).
Wali Nagari Simalidu, Saleh mengatakan, bertahun-tahun sudah konflik ini terjadi antara Ninik Mamak, kerap memicu ketegangan, bahkan sampai pada tindakan anarkis yang meresahkan warga. Berkat kerja keras bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, Bundo Kandung, Alim Ulama, Alhamdulillah kini Ninik Mamak kami mulai bersatu. Ujar Saleh.
“Persoalan antar Ninik Mamak selama ini, hampir tiga tahun saya menjabat, hari ini akhirnya tercapai menyatukan Ninik Mamak. Kita rayakan dengan penyembelihan kerbau sebagai rasa syukur kita bersama,” ucap Saleh yang penuh haru.
Selanjutnya, Saleh juga mengatakan, ia sangat percaya kebersamaan ini, akan menjadi pondasi menuju nagari yang makmur,” Tabang alah saduyun, hingok lah sa dahan, kok bumi sanang padi lah manjadi, bersama-sama bergerak, bersama-sama sejahtera,” tambahnya.
Tak sekadar simbolis, Saleh mengikat tekadnya melalui hajatan: kerbau akan disembelih jika persatuan terwujud. Hajatan itu kini terpenuhi, menegaskan kesungguhan sang wali dalam menjaga amanah.
Enam Suku Kembali Satu Suara
Nagari Simalidu dihuni enam suku besar: Piliang, Melayu, Patopang, Caniago, Mandailing, dan Tigo Nini. Kini, keenamnya kembali dalam satu ikatan adat yang kokoh. Tokoh masyarakat setempat menegaskan, penyembelihan kerbau bukan sekadar tradisi, melainkan penanda bahwa janji telah ditepati.
“Ini tekad Pak Wali Saleh. Beliau juga menuntaskan janji politik yakni pelebaran jalan menuju ke pusat pemerintahan nagari. Semua terlaksana,” ungkap seorang tokoh masyarakat.
Dampak Positif: Cucu Kemenakan Merasakan Manfaat
Persatuan para Ninik Mamak membawa harapan besar bagi cucu kemenakan dan seluruh masyarakat Simalidu. Suasana rukun memperkuat gotong royong, membuka ruang pembangunan infrastruktur, dan mencegah upaya adu domba yang kerap mengganggu ketenteraman nagari.
“Harapan saya tentu itu juga yang menjadi harapan masyarakat Simalidu, Jangan lagi kita terpecah belah, jangan lagi kita mau di adu-adu domba,” ujar Saleh mengakhiri.
Warga pun berharap semangat rukun ini terus terjaga, menjadi warisan berharga untuk anak cucu di Simalidu. Dengan bersatu, impian membangun nagari yang aman, maju, dan sejahtera tak lagi sekadar wacana.(*).
