Dharmasraya,Shootlinecorp.com- Puluhan sopir pengganti atau sopir tembak pengangkut tandan buah sawit (TBS) bersama Ninik Mamak, blokade jalan menuju PT. Dharmasraya Lestarindo (DL), Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Selasa (03/06/25).
Sedangkan sopir tembak merupakan tenaga pengangkut yang telah berperan penting sejak berdirinya pabrik, membantu mobilisasi truk pengangkut tandan buah segar (TBS) milik masyarakat. Peran mereka memungkinkan petani sawit untuk mengantar TBS pada malam hari tanpa harus ikut antrean panjang di pagi harinya.
Edi belor salah satu rekanan sopir pengganti atau sopir tembak mengatakan, ia sangat menyayangkan atas keputusan yang di buat oleh manajemen perusahaan PT .DL tersebut. Kenapa tidak kami sebagai rekanan kerja sangat terbantu dengan adanya sopir pengganti ini, ucap Edi Belor yang diaminkan sesama rekannya.
Edi Belor juga berharap kepada PT.DL agar bisa bijak dalam menyikapi masalah yang terjadi pada saat ini. Sopir pengganti atau sopir tembak yang juga merupakan rekanan kerja kami cuma hanya sekedar cari sesuap nasi, berapalah gajinya, itupun tidak ada dari uang perusahaan. Ungkapnya.
Hal senada juga di sampaikan dari perwakilan sopir pengganti atau sopir tembak Sukardi, ia meminta kepada PT DL untuk mengaktifkan kembali’ sopir tembak karna disinilah mereka dapat mengais rezeki dan mereka bukan sopir tembak tetapi pembantu sopir Ram yang mempunyai buah sawit.
Mereka tidak akan merugikan PT.DL dan bersedia untuk di data berapa jumlah mereka dan bersedia menandatangani perjanjian di atas materai apabila mereka melakukan tindakan kriminal, anarkis atau mengintimidasi dan merugikan PT DL siap di blacklist.
Lebih lanjut Sukardi alias Mak Anjang mengharapkan kepada pimpinan perusahaan PT DL untuk mengaktifkan sopir tembak, karena mereka tidak merugikan PT DL sebab yang menggaji/ upah mereka adalah yang mempunyai buah sebesar Rp 50.000 / mobil naik keatas, ujar Sukardi alias Mak Anjang.
Zulkifli Dt Sati juga mengatakan, selama ini istilah sopir tembak di PT DL tidak ada masalah, tidak ada keributan, tahu-tahu keputusan oleh pihak PT. DL memberhentikan sopir tembak yang menggantungkan ekonominya disini.
Menurut masyarakat dulu dalam perjanjian antara Niniek mamak dengan PT. DL, jalan menuju perusahaan yang di ganti rugi cuma 2 meter kiri kanan dari bahu jalan sedangkan 8 Meter jalan merupakan milik Nagari Koto Padang. Karena PT. DL tidak mengikuti peraturan Niniek mamak terpaksa jalan kami blokir sampai masalah ini selesai. Kalo tidak dipertahankan masyarakat bekerja disini untuk apa perusahaan berdiri di nagari Koto Padang ini.
Sementara itu, Manajer PT.DL melalui humasnya Zulkifli sama ditemui awak media ini mengatakan, membenarkan adanya pelarangan aktivitas sopir tembak. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan instruksi dari pimpinan perusahaan pusat.
“Kami di lapangan hanya menjalankan perintah. Tujuannya untuk kenyamanan, keamanan, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Zulkifli.
