oleh

Kalapas Kelas III Dharmasraya Gelar Apel Deklarasi Penandatanganan dan Komitmen Bersama Zero Halinar

Dharmasraya,Shootlinecorp.com- Kalapas Kelas III Dharmasraya bersama seluruh jajaran petugas gelar apel Deklarasi Penandatanganan dan Komitmen Bersama Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR) dan Pencananganan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Rabu (10/07/24).

Apel Deklarasi dimulai pada pukul 08.00 WIB Kalapas Budi Satyo Prabowo memimpin langsung pelaksanaan Apel Komitmen Bersama Deklarasi Zero Handphone, Zero Pungli dan Zero Narkoba (HALINAR), dalam sambutannya beliau mengatakan komitmen bersama tersebut merupakan sebuah janji yang dideklarasikan di depan umum dengan tanggung jawab mutlak. 

“Saya berharap dengan adanya deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama ini, setiap petugas bisa memberi batasan serta mengurungkan niat untuk bermain-main dengan narkoba dan ponsel di dalam Lapas ini,” tegasnya.

oppo_0

Ini merupakan komitmen bersama dari seluruh pegawai dan dilanjutkan WBP nantinya, maka dari itu kami tidak mentolerir dan akan mengambil langkah tegas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku jika ada pegawai maupun WBP yang melanggar komitmen ini” ujar Budi Satyo Prabowo.

Kegiatan ini merupakan intruksi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai salah satu upaya dalam melakukan deteksi dini, pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban khususnya pada Lapas Kelas III Dharmasraya” ungkap Budi.

Budi Satyo Prabowo juga menambahkan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah yang ditempuh Lapas Kelas III untuk mencegah berbagai kemungkinan bencana yang bisa saja terjadi kapan saja yang diakibatkan oleh penggunaan jaringan listrik liar oleh WBP.

“Mengingatkan kembali kepada teman-teman petugas. Target utama kita adalah bagaimana lapas itu tidak ada alat komunikasi/HP, tidak ada pungli dan tidak ada narkoba,” ujar Kalapas.

Saat ini di Lapas Kelas III Dharmasraya ada 270 warga binaan. Petugas akan perketat pengawasan agar zero HP, pungli dan narkoba seperti melakukan razia di ruang lapas, periksa ketat pengunjung dan pencegahan lainnya. Budi Satyo Prabowo menegaskan tidak akan mentolelir pegawai atau warga binaan yang melakukan pelanggaran dan tetap harus diproses hukum.

“Selanjutnya, Budi Satyo Prabowo juga berharap, ikrar ini tak hanya diucapkan namun dapat diimplementasikan oleh semua petugas Lapas Kelas III Dharmasraya. Ia juga menekankan kembali isi dari ikrar bahwa bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku apabila melanggarnya.

“Saya mengutip sebuah kalimat ‘Tak perlu kesangsian terhadap kita dijawab dengan kata-kata, Jawablah dengan Kinerja dan Karya yang Nyata’ yang artinya bahwa kesangsian dari publik oleh kinerja kita di masa lampau harus kita jadikan penyemangat untuk maju, yaitu dengan melalui kinerja yang nyata,” tegas Budi.

Ikrar Zero Halinar diucapkan oleh Kalapas Kelas III Dharmasraya apel dan diikuti oleh seluruh peserta. Setelah itu dilakukan penandatanganan deklarasi Zero Halinar yang diawali oleh WBP, kepala lapas kelas III Dharmasraya, pejabat struktural dan seluruh petugas Lapas Dharmasraya dan dibubuhi juga tandatangan oleh saksi dari jurnalis Dharmasraya.

Budi Satyo Prabowo menegaskan, Lapas kelas III Dharmasraya selalu berkomitmen dalam memerangi Narkoba dan siap berkoordinasi dengan APH lainnya, dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan dalam penyalahgunaan peredaran gelap Narkoba. Apel ditutup dengan penandatanganan deklarasi oleh perwakilan WBP dan pegawai Lapas Kelas III Dharmasraya.(*).